Kresek berasal dari bahasa Jawa Timur (Malang) yang artinya tas plastik. Tas plastik memiliki banyak kegunaan, baik untuk bawa barang, untuk buang sampah, meskipun tas plastik itu sendiri menjadi masalah dalam mendaur-ulangnya. Blog disini bukan untuk membahs tas plastik itu tapi hanya ungkapan dimana kresek ini merupakan tempat untuk menampung segala sesuatu yang ada di pikiranku.
Tuesday, July 19, 2011
Kematian
Aneh emang terdengar, kematian kadang terpikiran olehku...kematian suatu misteri bagiku, dan kadang kematian berdampingan dengan kehidupan. Kadang terllintas di pikiranku akan kematian...Enttah bagaimana aku kan menghadapi kematian. Tidak ada yg terlalu awal untuk kematian dan tidak ada yang terlalu terlambat untuk kematian.
Tuesday, July 12, 2011
Jalan-jalan ke Jember dulu aaaah
Tanggal 22 Juli 2011, aku berencana ke Jember diajakin temenku Imen, untuk hunting foto di Pantai Papuma dan sekalian ngeliput acara "jember Karnaval", udah gak sabar neh mau ke Jember, udah lama banget gak ke sini soalnya..Apalagi aku belum pernah ke Pantai Papuma :). Nantikan liputannya di www.jejak2langkahku.blogspot.com
Wednesday, May 18, 2011
Ingin Membuat sebuah Buku
Beberapa hari lalu ketika lagi nyupir, tiba-tiba aja kepikiran pengen membuat satu buku, satu buku tentang Gunung semeru dimana buku ini berisi foto-foto tentang Semeru, setelah tanya sana-sini ternyata biayanya gede juga ya :D
Doakan saja semoga keinginanku ini bisa tercapai :)
Doakan saja semoga keinginanku ini bisa tercapai :)
Thursday, September 16, 2010
Istriku Jatuh dari Motor
Hari ini aku gak masuk kerja, karena kemaren istriku jatuh dari motor. Luka lecet di dengkul dan pergelangan kaki kiri dan nampaknya juga keselo yang menyebabkan agak susah berjalan, Sedih juga ngeliat istriku tertatih-tatih bila ingin jalan. Sedikit repot karena anakku yang kedua masih menyusui dan belum bisa jalan. Jadi untuk menggendong aku harus membantu.
Cepet sembuh ya Mimi.
Sunday, April 25, 2010
Hasil Latihan Menjelang Kartini Offroad
25 April 2010
:)
Seminggu lagi ada event "Kartini Offroad" yang diperuntukan khusus untuk para wanita :). Untuk mempersiapkan diri kami dari club Everythink bermaksud latihan dulu pagi para ibu PKKnya :D.
Trial Stage I
TS I ini mengambil lokasi di daerah pinus, dengan maksud untuk melatih handling dan ritme saat memasuki kubangan bekas lumpur dan keluar dari kubangan bekas lumpur.
Berikut hasil-hasil dari Trial Stage I :
Kesimpulan dari data diatas :
Evelyn : Kemampuan dalam mengendalikan kendaraan semakin baik, terlohat dari progress yang semakin baik, dan akhirnya rata-rata dan fastest time dapat diperoleh.
Yiying : menunjukan progres yang semakin baik, semakin lama semakin bisa mengontrol emosi dalam memacu kendaraan.
Selly : Sayang datanya kurang satu, sehingga sebenarnya sangat sulit untuk membandingakan dengan yang mengambil tiga kali, tapi bila dilihat dari dua data yang telah diambil, Selly juga menunjukan kemajuan yang semakin membaik.
Putrinya Om Taufik : Hanya mengambil data satu kali
Mia : DNF
Trial Stage II
Mengambil lokasi di seberang lahan motocross, trek ini berupa tanjakan dan turunan yang curam membentuk "V" , disini diharapkan driver dapat menjaga momentum pada saat turunan dan untuk mengambil tanjakan tanpa kelebihan power sehingga ban tetap pada trek. Di trek ini juga terdapat jalan lurus yang dapat memacu mobil hingga sampai ke gigi tiga.
Berikut data-data dari TS II :
Kesimpulan dari data diatas
Evelyn memiliki waktu yang tercepat, Yiying menunjukan di setiap beberapa kali percobaan menunjukan tetap stabil, Selly juga sudah menunjukan progress yang semakin membaik.
Kesan dan Pesan
Di setiap event yang yang hanya memperbolehkan setiap peserta hanya satu satu kali start di setiap TSnya, maka yang wajib diingat adalah :
- Mempelajari track dan menghafalkan track
- harus mengetahui batas-batas kemampuan mobil, sangat disayangkan bila di satu TS memdapatkan point yang besar, tapi tidak bisa mengikuti TS berikutnya karena mobil bermasalah.
- berikan waktu terbaik pada kesempatan pertama
- Konsentarsi pada setiap track yang dilewati dan cepat mengambil keputusan.
:)
Sunday, February 21, 2010
Bagasi di Bandara, amankah?
Minggu kemaren saya melakukan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya, dengan menaiki salah satu maskapai penerbangan. Ada 3 tas yang saya masukan ke bagasi. Satu menggunakan kunci gembok dengan kombinasi angka, satu menggunakan kunci gembok menggunakan kunci.Tas yang menggunakan kunci gembokdengan kucni adalah tas travel yang ada nomernya berhubung nomernya lupa maka ditambahkan kunci gembok, sedangkan tas satunya lagi tidak saya gembok, karena tidak ada gembok dan bukan barang-barang mahal isinya.
Untuk tas yang menggunakan kuci kombinasi angka saya meminta stiker "fragile" karena didalamnya terdapat peralatan tambahan untuk lampu flash.
Sesampainya di rumah saudara saya, saya cukup kaget karena tas saya yang menggunakan kunci gembok kombinasi angka telah tidak ada gemboknya. Untungnya setelah saya check tidak ada satupun barang yang hilang. Saya berpikiran mungkin gemboknya lepas karena tertindis tas lainnya, tapi yang saya sesalkan bagaimana memperlakukan tas saya yang ada tulisan fragilenya saja sampai gemboknya terlepas.
Lalu dalam perjalan pulang ke Jakarta, tas travel sudah ingat nomer kombinasinya, jadi gembok saya pindahkan ke tas yang bertuliskan fragile. Setibanya di Bandara saya lupa untuk kembali mengecek kunci-kunci tas, karena saya sama sekali tidak berpikiran buruk. Tetapi sampai di rumah saya check kunci gembok di tas yang terdapat stiker "fragile" ternyata masih ada, aman pikirku. Tapi betapa kagetnya aku ketika melihat travel bag, kunci kombinasi angkanya hancur tidak berbekas. tapi sekali lagi untung tidak ada barang-barang yang diambil, karena kamera dan barang electronik lainnya kubawa ke kabin pesawat. Aku tidak tahu apakah ini dihancurkan atau tidak sengaja hancur karena penangan yang buruk terhadap tas para penumpang pesawat oleh pihak bandara. Saya memiliki kebiasaan selalu membawa multi tools semacam pisau victorinox, jadi was2 untuk ditaruk di dalam bagasi, tapi dibawa ke kabin gak boleh :(
Pernakahh teman-teman sekalian mengalami kejadian yang sama dengan aku?.
Saturday, January 30, 2010
Ransel "Deuter" Aircontact PRO 55+15 SL

Berawal mencari ranselku dan tidak ketemu, lupa siapa yang minjam, benernya ada 2, satunya dipinjam teman waktu kejadian bencana alam di Padang, tetapi ransel ini sudah sangat mengenaskan karena jam terbang cukup tinggi :D. Satunya lagi lupa siapa yang minjam :(. Pencarian ransel ini bukan karena tanpa sebab, tetapi direncanakan dalam tahun 2010 ini sepertinya banyak rencana mau jalan-jalan backpackeran dan naik gunung lagi. Berangkatlah aku ke salah satu toko outdoor di Jakarta. Mataku tertuju pada tas orange ini merupakan salah satu product keluaran Deuter dengan tipe Aircontact PRO 55+15 SL. Kubaca katalognya dan menjelaskan bahwa tas ini khusu di desain buat wanita atau yang memiliki bahu tidak lebar dan punggung tidak tinggi. Tapi karena aku sangat tertarik dengan modelnya, kucoba tas ini, ternyata sangat nyaman, mungkin karena desainnya dibuat untuk ukuran wanita Eropa jadi cocok buat pria asia seperti aku ini dan kebetulan tubuhku juga jauh dari besar :D. 
Untuk kapasitas tas ini sudah cukup lumayan memiliki kapsitas 55+15+8 Liter. 55 liter untuk isi bagian dalam, 15liter bisa ditinggikan lagi sampai ke top mentok keatas dan 8 liter untuk sisi sampingnya. Ransel ini bagian dalamnya terdiri dari kompartemen atas dan bawah, yang bisa dibuka melalui resleting depan. jadi cukup mudah untuk mengambil barang di bagian tengah dan bawah tanpa membuka tutup atas. Untuk tempat air sudah disiapkan 3 bagian yang sangat pas bila memblei produk tempat air dari Deuter "Streamer Hydration". Bagian dalam bisa diletakan streamer hydratation 3 liter dan di kedua sisi bisa diletakan yang berkapasitas 1-2 liter. Selain itu juga telah disiapkan lubang untuk jalur selang dari streamer hydratation di kedua sisi.Sampai di rumah langsung kucoba-coba dan kulihat katalognya di internet. Sempat panik juga ketika kulihat di katalog kok paketnya dapet tas kecil semacam tas pinggang. Setelah kulihat-lihat ternyata tutup atas ransel ini bisa dijadikan tas kecil. Jadi memudahkan kita bila melakukan perjalanan dengan meninggalkan Ransel utama seperti pada saat melakukan pendakian di Gunung Semeru dari Arcopodo ke Puncak Mahameru.
Jadi jangan langsung tidak membeli karena tas ini buat cewek bagi yang cowok, lebih baik dicoba dulu, siapa tau ukuran ini malah yang bener-bener pas buat kita.Foto-foto di tulisan ini diambil dari website di bawah ini
Subscribe to:
Posts (Atom)











